Facilitator’s Guide to Participatory Decision Making - Sam Kaner dkk

19 Juni 2012 - Posted by admin

Facilitator’s Guide to Participatory Decision Making - Sam Kaner dkk

Buku Facilitator’s Guide to Participatory Decision Making (2007) karya Sam Kaner dkk banyak dianggap sebagai salah satu buku wajib fasilitator. IAF (International Association of Facilitators), misalnya, memasukkan buku itu dalam daftar buku penting bagi fasilitator. Tidak sedikit buku-buku fasilitasi yang menggunakannya sebagai rujukan.

 

Karena penasaran, kami membeli buku itu di tahun 2009 dan agak kaget juga melihat isinya. Meski cukup besar untuk ukuran buku, isinya (dalam pengertian harfiah, bukan maknanya) sebetulnya tidak banyak. Hurufnya besar-besar, penuh gambar dan bahasanya mudah dan simple, selayaknya buku how to. Sam, yang memegang  gelar Ph.D., tampaknya ingin pembaca bukunya bisa memahami kerangka kerja fasilitasi beserta teknik-tekniknya dengan mudah, tanpa direcoki oleh konsep-konsep yang njelimet.  

 

Kerangka kerja fasilitasi yang ditawarkan buku ini sebetulnya banyak disinggung oleh oleh fasilitator lain, yakni tiga tahap divergencegroan zone (kami lebih suka menyebutnya mutual understanding) – convergence. Namun, berbeda dengan panduan atau literatur lain, Sam dkk membedahnya lebih dalam dengan memaparkan berbagai kemungkinan masalah yang muncul.

 

Di bagian teknik, Sam dkk kembali mendemonstrasikan keahlian lebih banyak berasal dari pengalaman kerja fasilitasi yang panjang. Banyak teknik-teknik komunikasi/ interaksi antar-individu yang ditariknya dalam konteks kerja fasilitasi. Semisal, teknik-teknik mendengarkan aktif, seperti paraphrasing, mirroring dll, diramu ulang untuk konteks kelompok dan diletakkan dalam kategori facilitative listening.

 

Sam dkk seolah menunjukkan bahwa kerja fasilitasi itu bisa dipelajari dengan mudah dan sistematis. Pada satu sisi pemaparan proses yang sistematis memang memberi panduan yang mudah, sekaligus kepercayaan diri pembacanya bahwa kerja fasilitasi memang bisa direncanakan/ didesain dengan ketat. Namun,  kami percaya maksudnya Sam dkk bukan mensimplifikasi kerja fasilitasi, yang sebetulnya lebih banyak aspek tidak terduganya, ketimbang yang sesuai dengan rencana. Rasanya, dia ingin menununjukkan bahwa kita mesti memiliki repertoar yang memadai, untuk sewaktu-waktu siap digunakan

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 173 + 6 =

Buku Lainnya :

Versi Mobile