Model-Model Fasilitasi untuk Partisipasi Masyarakat Sekolah dalam Jajanan Anak Sejat

08 Januari 2014

Banyak anak sekolah, khususnya SD/ MI, yang mengandalkan jajanan yang dijual di sekitar sekolah sebagai sumber utama dietnya. Sebagian jajanan dijumpai tidak aman dan bersih. Sebagian penjaja/ pembuat jajanan bahkan menggunakan bahan kimia berbahaya. Sebagiana penjaja/ pembuat juga masih belum memperhatikan aspek kebersihan/ higinitas, sehingga jajanan mudha tercemar bakteri patogen. Kondisi ini tentu membahayakan bagi kesehatan anak-anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

 

 

 

Proyek ini sebetulnya merupakan studi disertasi fasilitator Lapangan Kecil yang direncanakan berlangsung di 40 SD/ MI di Jakarta selama tahun 2014. Terdapat 4 model fasilitasi yang ingin diuji, yakni:

 

 

 

Model 1: Bahasa masalah + komunikasi instrumental + fasilitasi pengembangan

 

Model 2: Bahasa masalah + komunikasi hubungan + fasilitasi pengembangan

 

Model 3: Bahasa apresiatif + komunikasi instrumental + fasilitasi pengembangan

 

Model 4: Bahasa apresiatif + komunikasi hubungan + fasilitasi pengembangan

 

 

 

Model-model yang dikembangkan menekankan proses sukarela (kegiatan tidak berbayar, bagi fasilitator maupun masyarakat sekolah) dan keberlanjutan.

 

 

 

 

Share This Page

Komentar

RR, 10 September 2014 07:44:06
mas Alvin, terimakasih sudah berminat. direncanakan oktober-desember akan turun lapangan. mohon tunggu kabar ya. terimakasih.
Alvin Hidayat, 09 September 2014 20:54:33
Saya berminat menguji secara suka rela model 3 dan 4....bagaimana prosesnya mohon penjelasan

Tinggalkan Komentar

105 + 2 = ?