Proyek film partisipatif

06 Agustus 2012 - Posted by admin

Proyek film partisipatif

Beberapa minggu terakhir Lapangan Kecil disibukkan dengan pembuatan rencana film untuk urusan air dan sanitasi di Nias Selatan.

 

Film? Kaitannya apa dengan kerja fasilitasi?

 

Kaitannya erat, karena film yang dimaksud adalah yang dibuat partisipatif ala film komunitas. Memang, warga tidak akan membuat film sendiri dalam pengertian membuat story board, mengambil gambar, dan post produksi. Namun, ini menjadi film yang cukup partisipatif karena wargalah yang menjadi aktor/artisnya, mereka pun dapat memberi masukan (feedback) terhadap rancana dan draft film, dan yang mendasar, film itu sendiri berkenaan dengan kehidupan mereka sendiri.

 

Alkisah, diceritakan di Desa Bawomataluwo, khususnya di sebuah bukit “perumahan” tradisional warga kesulitan mendapatkan air, apalagi di musim kemarau. Antrian panjang dan melelahkan kerap pasti tampak di sumber air ketika desa diterjang kemarau. Belum lagi, praktik-praktik bersih seperti cuci tangan pakai sabun dan merebus air secara benar pun belum menyebar luas.  Tak heran, belakangan kerja muncul banyak kasus diare, teristimewa di kalangan anak-anak.

 

Tiga anak yang mendapat penyuluhan kesehatan dari Puskesmas mencoba mendalami kondisi desanya. Mereka menyaksikan banyak hal yang mesti diperbaiki, namun orang dewasa tidak peduli dan berkesan meremehkan.

 

Bersamaan dengan itu, dengan penuh syukur, sebuah proyek air dari ILO/ Nias masuk ke kampung. Beriringan dengan proyek itu anak-anak itu bergerilya melakukan kampanye. Membisiki teman-temannya. Mencoba melakukan pencerahan dengan bertanya (ala Socrates) dan menarik tenaga-tenaga kesehatan untuk menjadi penggerak orang dewasa.

 

Cerita tentang pembuatan film ini sendiri akan masuk dalam film itu. Di akhir kampanye, rencananya akan dilakukan pemutaran film (draft) untuk meminta tanggapan dan komitmen warga akan topik-topik air dan sanitasi yang telah mereka diskusikan sebelumnya. Dan ini akan difilmkan juga.

 

Nah, tugas Lapangan Kecil dalam pembuatan film ini adalah membantu aktor/ artis yang akan bertindak sebagai fasilitator (anak-anak, tenaga kesahatan) mempelajari dan mempraktikkan teknik fasilitasi kelompok. Penyiapan dan pembuatan film sendiri dikerjakan oleh film maker yang mumpuni.

 

Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 133 + 7 =

Artikel Kegiatan Lainnya :



Versi Mobile