Anak-anak ngobrol tentang rokok

12 November 2014 - Posted by admin

Anak-anak ngobrol tentang rokok

Jangan-jangan anak merokok sudah semakin umum. Menurut sebuah studi, anak merokok mencapai sekitar 18% atau hampir seperlima dari populasi anak. Berangkat dari kondisi ini, Lapangan Kecil mencoba mempelajari model dialog bersama yang dapat mende-motivasi anak mencoba merokok. Teori yang digunakan simpel saja: anak merokok banyak dipengaruhi kawan-kawannya (norma). Karena itu, mungkin men-demotivasi anak mencoba merokok bisa dilakukan dengan mengenalkan norma baru yang mengurangi kekuatan norma yang ada.

Upaya pertama dalam rangka belajar mengembangkan model dialog dilakukan di kawasan perkebunan teh Maleber, Cianjur, bersama sekitar 150 partisipan. Mereka adalah anak-anak SMP dan SMA Annisa, guru-gurunya dan peserta porgram TLF. Dialog yang diselenggarakan Selasa 28 Oktober 2014 ini difasilitasi oleh Tim Lapangan Kecil dan Tim TLF.

Dialog 4 jam dimulai dengan sesi berkenalan, lalu diikuti oleh sesi suara anak ngobrolin "keburukan" dan "keasyikan" merokok, sesi mencari alternatif keasyikan-keasyikan ketimbang dari merokok dan terakhir, sesi mempelajari cara menasehati kawan dan orang tua agar tidak/ mengurangi merokok.

Kegiatan ini adalah first attempt Lapangan Kecil mempelajari model untuk mengembangkan norma tidak merokok di kelompok anak-anak. Cara Lapangan Kecil belajar adalah dengan mencoba langsung, kemudian memperbaiki model. Tidak mudah, ternyata. Ada banyak tantangan dalam mengembangkan dialog anak-anak, salah satunya adalah communication apprehension yang cukup kentara. Moga-moga model revisi bisa segera bisa dibuat dan dicoba di sekolah lain.

Komentar

Etty Sabariah, 15 April 2015 18:59:11
Obrolan yang bermanfaat n bermakna .....
lapangan kecil, 17 Februari 2015 05:39:58
betul sekali. bahkan anak2 SD sudah mulai mencoba. terimakasih atas pengingatnya.
Jasa Company Profile, 09 Februari 2015 11:54:09
Sekarang bukan hanya orang dewasa yang merokok bahkan anak" sekarang juga merokok ..
itu patut diwaspadai dan harus dipantau orang tua dalam pergaulan anaknya ..
Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 133 + 3 =

Artikel Kegiatan Lainnya :



Versi Mobile