Guru fasilitatif dan upaya mencegah kekerasan di sekolah

14 Oktober 2014 - Posted by admin

Guru fasilitatif dan upaya mencegah kekerasan di sekolah

Tanggal 12 Oktober 2014 lalu Lapangan Kecil memfasilitasi Workshop Guru Fasilitasi bagi sekolah-sekolah di Gebang, Kabupaten Cirebon (Ponpes An-Nahdliyyah, SDIT Al-Rahmah, MTs Global Al-Rahma, MA Modern Al Madinah). Dalam sesi 8 jam itu 35 peserta bersama-sama belajar sejumlah teknik dasar fasilitasi yang mendukung gagasan guru fasilitatif.

 

Kegiatan di Cirebon merupakan workshop ke-15 Guru Fasilitatif yang tengah dikembangkan Lapangan Kecil dalam 3 tahun terakhir. Sampai saat ini Lapangan Kecil masih bereksperimen dan mencoba mempromosikan gagasan guru fasilitatif.

 

Di sini, guru tidak saja berperan sebagai pengajar yang menyampaikan materi, membuat anak didik paham dan siap mengikuti ujian, namun, guru fasilitatif adalah fasilitator yang berkawan dengan anak-anak di kelas dan bersama-sama mereka membangun komunitas di kelas.

Peran guru fasilitatif mencakup 6 pokok berikut.

1.  Mengenal anak-anak dan juga membantu anak-anak saling mengenal dengan cara yang menyenangkan

2.  Membantu anak saling berkomunikasi dengan sehat (mengemukakan pendapat, mendengarkan dan mencoba saling memahami dan menjauhi bahasa judgmental apalagi bahasa kekerasan)

3.  Mendorong anak-anak menciptakan norma-norma kelas secara partisipatif

4.  Mendorong anak agar dapat saling bekerjasama

5.  Mengidentifikasi kekuatan/ kelebihan anak dan mendorong anak mengembangkannya lebih lanjut

6.  Mengembangkan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan

 

Dugaan Lapangan Kecil, kekerasan di sekolah dipengaruhi oleh faktor komunikasi dan norma sosial. Kecakapan komunikasi relasional dan rasional yang kurang memadai, toleransi kekerasan dalam interaksi keseharian, hubungan-hubungan yang diagonal dam ketiadaan norma berinteraksi yang sehat adalah sebagian hal yang patut dicemaskan di kelas.

Guru fasilitatif mesti menguasai dan meresapi sejumlah keterampilan fasilitasi yang dapat meningkatkan kecakapan anak berkomunikasi dan membangun norma di kelas yang lebih sehat. Keterampilan yang mesti dikuasai, antara lain

 

1) teknik-teknik mengenal dan saling mengenalkan yang menyenangkan

2) komunikasi nonverbal dan verbal yang nyaman

3) teknik mendengarkan fasilitatif

4) komunikasi apresiatif yang memotivasi anak

5) teknik-teknik divergensi, saling memahami dan konvergensi yang mendorong partisipasi anak

6) memberi feedback/saran, dan

7) teknik-teknik permainan yang menguatkan komunikasi.

 

Pelatihan guru fasilitatif merupakan kegiatan sosial Lapangan Kecil dan karenanya penyelenggara tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan, perlengkapan fasilitasi disediakan oleh Lapangan Kecil. Mereka yang ingin menyelenggarakan workshop Guru Fasilitatif cukup berkoordinasi dengan Lapangan Kecil, mengundang peserta yang berasal dari minimal 5 lembaga/ organisasi/sekolah, menyediakan tempat yang cukup memadai , dan bila diperlukan, menyediakan konsumsi peserta.

 

 

Risang Rimbatmaja

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 107 + 3 =

Artikel Kegiatan Lainnya :



Versi Mobile