Praktik fasilitasi singkat

19 Mei 2013 - Posted by admin

Praktik fasilitasi singkat

Dalam sessi belajar, banyak kawan partisipan bertanya, seberapa lama sessi fasilitasi kelompok itu? Berhari-hari? Berminggu-minggu? Atau bertahun-tahun?

 

Kalau bicara program, maka durasinya mungkin panjang, bisa saja bertahun-bertahun. Namun, bagi kami, sessi fasilitasi kelompok itu sendiri mesti berlangsung cepat dan nyaman. Apalagi bila orang-orang berkumpul secara sukarela dan bukan karena ikatan struktural (tugas kantor, perintah atasan, kewajiban dll). 

 

Dalam sessi latihan, yang masuk dalam agenda workshop (biasanya workshop yang berdurasi lebih dari dua hari), partisipan bahkan dibatasi waktunya sekitar 45 menit. Dalam waktu yang pendek itu mereka mesti melakukan cukup banyak hal, termasuk

1) mengatur logistik di lapangan,

2) membangun suasana komunikasi (dengan interaksi ringan atau permainan) untuk mengenal partisipan, mencairkan ketegangan, dll.,

3) memproses alur diskusi (divergensi dan konvergensi),

4) menghasilkan sesuatu (umumnya kesepakatan kelompok atau individual untuk melakukan sesuatu)

 

Kepada kawan partisipan, kami menyampaikan bahwa bukan hanya dalam latihan, dalam praktik sesungguhnya, kami berprinsip bahwa semakin pendek dan nyaman, semakin bagus. Bila bisa “dibereskan” dalam 1 jam, kenapa perlu berhari-hari?


Apakah waktu yang sesempit itu betul-betul bisa menghasilkan sesuatu? Dalam sessi latihan, kami mengamati sejumlah kawan partisipan ternyata bisa menghasilkan hal-hal sederhana yang rasanya cukup bermanfaat dalam waktu singkat itu. Dan itu semuanya adalah hasil kerja fasilitator dalam bertanya.


Beberapa contoh hasil praktik, semisal kawan-kawan dalam pelatihan di Makassar (12 Nopember 2011) mengajak lansia bapak-bapak lansia (lanjut usia) berdiskusi di gang di sebelah gedung RW, Kelurahan Rappocini Makassar dan hasilnya adalah kesepakatan membentuk kelompok senam sehat dua minggu sekali tingkat RW (setiap Jum’at) dan membuat arisan dua bulanan dengan tempat berpindah-pindah di anggota.


Ada juga kawan-kawan di Lembang (23 Juli 2011) yang mengajak disksi kumpulan remaja di sebuah masjid sampai kemudian para remaja itu menyepakati membuat karang taruna bahkan dalam waktu sesingkat itu, mereka juga membuat struktur organisasi sederhana untuk melangkah maju. 

Tinggalkan Komentar
  • Nama
  • Email
  • Komentar
  • Kode Verifikasi : 189 + 4 =

Artikel Kegiatan Lainnya :



Versi Mobile